Wednesday, July 8, 2020

ringkasan service transition, service operation, continual service improvement, Financial Management For IT Services, and Demand Management dari buku “IT ServIce Management” A Guide for ITIL® Foundation Exam Candidates Second Edition

ringkasan service transition, service operation, continual service improvement, Financial Management For IT Services, and Demand Management dari buku “IT ServIce Management” A Guide for ITIL® Foundation Exam Candidates Second Edition

A. Service Transition

Service Transition menggambarkan bagaimana organisasi bertransformasi atau menjalankan perubahan menuju rancangan lingkungan pelayanan yang diinginkan. Tahapan transisi ini harus dikawal dengan sebaik-baiknya agar efektif dan tidak terjadi chaos.Tujuan dari Service Transition adalah untuk memastikan layanan baru/ termodifikasi/retires services benar-benar memenuhi harapan bisnis seperti telah terdokumentasi dalam service strategy dan service design.

Service Transition terdiri dari 3 proses yaitu Change Management (proses utama yang bertugas memastikan perubahan-perubahan TI telah tercatat,terevaluasi, terautorisasi,dan terimplementasi ke lingkungan kerja yang dengan penuh terkontrol) , Service Asset and Configuration Management(SACM) (proses mencatat, mendokumentasi, dan mengupdate informasi tentang berbagai service assets yang terkait layanan-layanan TI yang dikelola penyedia layanan) ,Release and Deployment Management(proses merencanakan, membuat time-table dan mengontrol pembangunan, pengujian dan pengimplementasian sistem/perubahan baru yang dibutuhkan oleh bisnis dengan tetap melindungi integritas layanan-layanan yang sudah ada sebelumnya), Service Validation and Testing (proses untuk memastikan mutu dari suatu layanan), Change Evaluation (proses mengevaluasi perubahan yang telah dilakukan, terutama dalam konteks efektivitas layanan teknologi informasi yang telah diimplementasikan perusahaan), dan Knowledge Management (proses merekam, menyimpan, dan mengelola pengetahuan kolektif yang dimiliki perusahaan untuk kebutuhan pembelajaran dikemudian hari).

B. Service Operation

Service Operation mendeskripsikan secara detail dan jelas mengenai inti dari rangkaian proses manajemen, yaitu pengolahan pelayanan itu sendiri pada tahap operasionalnya seperti bagaimana memahami dan mengelola komponen-komponen teknologi seperti server,mainframe, jaringan komputerr, komunikasi, basis data, media penyimpanan, sistem desktop,dan aplikasi software. Disinilah para pelanggan internal maupun eksternal akan mendapatkan langsung manfaat dari keberadaan teknologi informasi dan komunikasi.


Peran penting dari service operation ialah adanya suatu hal yang menjalankan suatu proses agar bisnis berjalan lancar dan menyeimbangkan konflik antar aspek (Bisnis & TI, Cost & Quality). Proses Service Operation terdiri dari Event Management (dasar untuk memantai kinerja dan ketersediaan layanan, tepat sasaran dan mekanisme untuk memantau apa yang harus ditentukan dan disepakati selama proses ketersediaan dan kapasitas manajemen berlangsung), Incident Management (mengembalikan layanan yang bermasalah agar berfungsi seperti sedia kala), Problem Management (proses menganalisis dan menyelesaikan akar penyebab incident), Request Fulfillment(proses memenuhi permintaan pengguna layanan TI, diluar laporan terkait dengan TI), dan Access Management (proses pengelolaan hak akses penggina ke sistem layanan TI).

C. Continual Service Improvement

Continual Service Improvement mengingatkan perlunya dilakukan perbaikan berkesinambungan terus menerus dari masa ke masa. Hal ini mengandung makna bahwa organisasi selalu siap menghadapi berbagai perubahan karena dinamika global.

Continual Service berisi tujuh langkah perbaikan pelayanan yaitu mendefinisikan indikator yang harus diukur, menentukan yang bisa diukur, mengumpulkan data, memproses data, menganalisa data, menyajikan dan menggunakan informasi, dan melaksanakan aksi perbaikan.

D. Financial Management for IT Services

Merupakan suatu pertimbangan yang harus diputuskan terkait dengan komitmen alokasi dan ketersediaan dana untuk menjalankan keseluruhan proses yang telah didefinisikan oleh perusahaan. Seperti yang diketahui bersama, besaran kekuatan sumber daya keuangan akan sangat menentukan kualitas layanan yang diberikan dan atau ruang lingkup pelayanan yang tersedia.

E. Demand Management

Demand Management adalah suatu proses yang bertujuan untuk menangkap, mendefinisikan, menganalisa, dan menentukan kebutuhan pengguna akan layanan teknologi informasi. Proses ini berlangsunh secara terus-menerus dalam perusahaan mengingat begitu dinamisnya perubahan yang terjadi dari masa ke masa, baik disebabkan karena tekanan internal maupun eksternal.

kegunaan matriks pada manajemen layanan sistem informasi

kegunaan matriks pada manajemen layanan sistem informasi

Secara prinsip, peranan sebuah sistem informasi berbeda dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya. Menurut Warren McFarlan, paling tidak ada dua hal yang menyebabkan demikian. Hal pertama adalah seberapa besar ketergantungan sebuah perusahaan atau organisasi terhadap keberadaan teknologi informasi dalam penciptaan produk atau jasa sehari‐harinya, sementara hal lainnya adalah tergantung seberapa besar perkembangan teknologi informasi dapat menciptakan atau meningkatkan keunggulan kompetitif. Sebuah perusahaan harus dapat memetakan setiap aplikasi atau infrastruktur teknologi informasi yang dimilikinya ke dalam matriks yang ada sehingga manajemen dapat melihat tingkat kepentingan masing‐masing sistem informasi yang dimiliki untuk keperluan perencanaan dan pengembangannya.Keuntungan:
  • Matriks menyediakan instrument yang di perlukan untuk mengendalikan suatu organisasi
  • Matriks membuat lebih mudah untuk berkonsentrasi pada hal-hal penting
  • Matriks yang disajikan dengan baik memudahkan untuk menemukan bahaya pada waktunya untuk memperbaikinya
  • Matriks dapat meningkatkan moral dalam suatu organisasi
  • matriks dapat menciptakan persaingan yang sehat antara proses pemilik
  • Matriks membantu menyelaraskan IT dengan bisnis goals
Sampel data MatriksBentuk Analisis Data MatriksDalam situasi yang komplek dimana terdapat banyak set item yang harus dibandingkan, maka hal yang akan menjadi kesulitan tersendiri adalah menentukan  bagaimana hubungan antara satu faktor dengan faktor lain yang berbeda. Secara khusus, Analisis Data Matriks dapat berguna untuk menemukan kelompok-kelompok barang yang memiliki perilaku serupa. Misalnya, sabun cuci mungkin memiliki efisiensi yang berbeda untuk mencapai ‘kelembutan’ dan ‘penghapusan noda’ dalam pakaian yang terbuat dari akrilik, wol poliester, dan campuran berbagai serat. Jika pengaruh yang sama ditemukan dalam kelompok serat, kemudian dilakukan perubahan bahan dengan bahan bubuk maka dapat mempengaruhi seluruh kelompok dengan cara yang sama.
Bagan Analisis Data Matriks membantu mengklasifikasikan item dengan mengidentifikasi dua karakteristik utama secara umum untuk semua item dan kemudian merencanakan setiap item sebagai titik pada grafik xy standar. Hal ini akan memudahkan untuk melihat bagaimana setiap item berhubungan baik dengan karakteristik tertentu maupun  hubungan satu sama lain.
Mengidentifikasi karakteristik terbaik untuk mengukur adalah tugas penting, sebagai set yang berbeda dari pengukuran dapat memberikan grafik yang sangat berbeda. Ini akan berguna untuk dapat membandingkan banyak karakteristik bersama, seperti kepadatan, warna, tekstur, kekuatan, dll dari campuran semen, tapi kami dibatasi oleh dua dimensi yang tersedia di atas kertas. Ada beberapa metode matematika untuk menggabungkan beberapa faktor tersebut yang akan dibahas pada kesempatan lain.
Sebuah titik kunci interpretasi tentang Analisis Data Matriks adalah mempertimbangkan bagaimana titik pada suatu kelompoksecara  bersama-sama diplotkan kedalam grafik  cluster (ini mungkin kontras dengan diagram pencar, yang terlihat untuk tren linier). Penafsiran ini dibantu oleh kelompok-kelompok yang secara signifikan menyoroti poin dengan link linier, seperti contoh plotting analisis data matriks berikut:

Sebuah toko mainan yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan dengan mainan yang dijual. Sebagai bagian dari ini, digunakan sebuah perusahaan riset pasar untuk mengukur baik banding awal (yang terkait dengan pembelian aktual) dan kepuasan jangka panjang (yang terkait dengan citra perusahaan) dari berbagai mainan untuk anak laki-laki berusia 5 sampai 10, baik yang mencetak gol pada skala satu-ke-sepuluh. Sektor ini dipilih terbatas untuk mencegah kompleksitas yang berlebihan dan kebingungan dalam analisis.
Ini diplot pada matriks untuk mengidentifikasi mainan terbaik untuk mempromosikan dan untuk menemukan cara yang mungkin untuk memperbaiki mainan lainnya. Sumbu disilangkan di pertengahan-poin untuk membentuk kuadran nilai, seperti yang digambarkan di bawah ini.
Akibatnya, kemasan dan promosi ditingkatkan dicari untuk mainan konstruksi yang lebih baik, dalam rangka untuk meningkatkan daya tarik awal, beberapa mainan ujung bawah itu dijatuhkan, dan hasil survei tersebut diterbitkan dalam bentuk yang pelanggan dengan mudah dapat memahami. Hasilnya adalah peningkatan reputasi toko seperti menempatkan kepentingan pelanggan pertama, sebagaimana dibuktikan oleh peningkatan dalam huruf gratis.

keberhasilan cobit pada perusahaan PT.Porto Indonesia

keberhasilan cobit pada perusahaan PT.Porto Indonesia

review saya pada perusahaan tersebut adalah PT.Porto Indonesia ini memiliki fokus penelitian pada 1 cobit saja yaitu cobit 4.1, yaitu PO yang terdiri dari 62 detailed control objective, domain PO dipilih karena ingin mengetahui kematangan perencanaan teknologi informasi yang telah berjalan sesuai dengan visi dan misi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner dan wawancara. Kedua metode tersebut berpatokan pada model standard cobit.  Hasil pengolahan data tersebut akan digunakan untuk mencari kelemahan-kelemahan yang terdapat pada domain.menurut saya cobit pada PT.porto Indonesia ini cukup bagus dan terbilang berhasil karena ditata kelola dengan sangat baik dan juga telah dikembangkan sehingga dapat meningkatkan PT tersebut agar dapat bersaing di dunia teknologi ini,bahkan mereka sudah menginvest agar dapat dikembangkan lebih jauh lagi.